Berarak aku, menuju impian...
Tersenyum aku, laksana mendapat jawaban..
Mimpi, indah, dan beranjak jadi nyata..
Siapakah tak bahagia?
Meski, ditinggalnya keluarga dan tanah lahir
Masih senyum mengembang indah
Ya, memoria itu...
Telah sampai aku, ditanah penjanji
Penjanji terealisasi mimpi
Terlihat indah, tiada banding
Apalagi dengan tanah lahirku
Begitupun kejamnya, tiada banding
Semua, ya semua, terasa benar saja
Hingga, perasaan, nurani yang tak pernah berbohong
berkata, ada yang tidak seperti seharusnya
Tetipu...
Sekiranya itulah sebutanku untuknya
Tetipu
Dunia Pandangan Pertama
Ketika itu, mata ini hanya memandang lurus
tepat dihadapan kelopak ini saja
ketika itu, dunia hanya sebatas pandangan kelopak mata
ketika itu, mata adalah penuntun langkah duniaku
hingga kala itu...
mata ini tertuntun menilik barisan kata..
barisan kata yang membuka mata ini..
kata yang tak terucap
kata yang tak bisa ditulis
taukah kau apa itu?
kata itu adalah tatapn matanya
sendu membangkitkan tanya..
dan kala itu..
dunia pandangan pertama terbentang
mengantarkan lugu ini menuju kedewasaan
mengajak hati menemani mata
melihat dunia...
agar mata sendu itu tak lagi mengusikku..
agar senyum itu tak menipu lugu ini lagi
dunia..
pandangan..
pertama..
kuingat kau sebagai mata
yang menuntunku menuju pelajaran
tentang jalan menemukan dewasa
Jakarta, 20 Septermber 2012
22.28






